BAB I : MANUSIA DAN KEBUDAYAAN


     Seorang anak laki-laki atau perempuan pasti terlahir dari hubungan ayah dan ibu. Lalu mereka bertiga menjadi sebuah keluarga. Setiap keluarga pasti memiliki tempat asalnya masing-masing. Misalkan ayah dari suku Sunda, ibu dari suku Jawa, dan anaknya lahir di Jakarta. Dari situ kita lihat, ayah dan ibu memiliki daerah asal yang berbeda. Sudah jelas kebudayaan nya pun berbeda.

     Budaya = cultuur (bahasa belanda) = culture (bahasa Inggris) = tsaqofah (bahasa Arab), berasal dari bahasa Latin “Colere” yang artinya mengolah, mengerjakan menyuburkan dan mengembangkan, terutama mengolah tanah atau bertani. Dari segi arti ini berkembanglah arti culture sebagai “segala daya dan aktivitas manusia untuk mengolah dan mengubah alam”.

     Dilihat dari pengertiannya berarti, setiap orang dapat menciptakan kebudayaan. Tergantung dari cara orang tersebut akankah budaya yang dia ciptakan diikuti oleh keturunannya atau golongannya. Manusia sebagai pelaku kebudayaan, sedangkan kebudayaan adalah objek yang dilaksanakan manusia. Apabila objek tersebut menarik dan dipahami oleh orang disekitar manusia tersebut, maka akan diikuti. Begitulah seterusnya. Sehingga terciptalah kelompok yang besar yang memegang budaya tersebut secara turun temurun.

     Apabila manusia telah terikat dengan kebudayaan, maka apabila diciptakan suatu peraturan baru akan sulit bagi manusia tersebut untuk mengikutinya. Karena kebudayaan sudah melekat di dalam dirinya.








Disusun oleh :
Nama : Erga Saputra
NPM : 51417956
Jurusan : Teknik Informatika
Kelas : 1IA01

Komentar

Postingan populer dari blog ini